Tauhid dan Tatanan Kosmos: Kontribusi Seyyed Hossein Nasr dalam Ekoteologi Islam Kontemporer

Authors

  • Lisa Febriyanti Uttunggadewa Mahasiswa Magister STF Driyarkara Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v12i02.395

Keywords:

Ekoteologi; Islam Kontemporer; Seyyed Hossein Nasr; Tauhid

Abstract

Di bawah tantangan modernitas, wacana lingkungan belum sepenuhnya menjadi bagian integral dalam etis umat Islam. Padahal, ajaran Islam secara inheren mengandung prinsip-prinsip yang berakar pada hubungan harmonis antara Tuhan, manusia, dan alam. Seyyed Hossein Nasr menghadirkan pemaknaan yang luas tentang tauhid dan hubungannya dengan tatanan kosmos dalam kerangka ekoteologi Islam. Dalam pandangan Nasr, tauhid bukan hanya doktrin teologis tentang keesaan Tuhan, tetapi juga menekankan prinsip kosmologis. Manusia, sebagai khalifah Allah di bumi memiliki tanggung jawab moral menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari ibadah kepada Allah. Nasr mengingatkan kembali struktur metafisik yang mengatur hubungan manusia dan alam. Tauhid dipahami sebagai poros yang menghubungkan antara Tuhan, kosmos, dan manusia, serta prinsip yang meneguhkan kesatuan makna dalam segala tingkatan wujud. Prinsip-prinsip seperti mizan (keseimbangan), amanah, dan khalifah dibaca ulang dalam horison tauhid kosmik. Gagasan Nasr membentuk etika lingkungan yang bukan sekadar pragmatis, melainkan juga berakar pada visi ontologis. Hal ini memberikan kerangka konseptual bagi pengembangan ekoteologi Islam kontemporer.

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

Uttunggadewa, L. F. (2026). Tauhid dan Tatanan Kosmos: Kontribusi Seyyed Hossein Nasr dalam Ekoteologi Islam Kontemporer. Dekonstruksi, 12(02), 3–13. https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v12i02.395

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.