Etika Anti-Kekerasan: Membongkar Aliansi Militerisme, Monoteisme dan Modernisme dalam Spiritualisme Kritis Ayu Utami

Authors

  • Hasan Labiqul Aqil UIN Walisongo Semarang

DOI:

https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v12i3.408

Keywords:

Ayu Utami, Etika Anti-Kekerasan, Relasi Kuasa, Spiritualisme Kritis

Abstract

Penelitian ini menganalisis konfigurasi kekuasaan “3M” (Monoteisme, Modernisme, dan Militerisme) yang memicu represi sosiopolitik di Indonesia melalui lensa pemikiran Ayu Utami. Menggunakan kerangka genealogi Foucault dan dekonstruksi Derrida, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana konsep Spiritualisme Kritis dalam novel Bilangan Fu bertransformasi menjadi etika anti-kekerasan yang relevan dengan krisis demokrasi kontemporer. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif melalui studi pustaka dan teknik close reading terhadap teks primer. Hasil analisis menunjukkan bahwa aliansi 3M beroperasi sebagai rezim kebenaran yang melegitimasi kekerasan melalui rasionalitas instrumental dan dogma moral eksklusif. Militerisme ditemukan tidak hanya bertindak koersif, tetapi juga meresap ke dalam nalar sipil dan tata kelola negara. Sebaliknya, Spiritualisme Kritis mendekonstruksi kemutlakan tersebut dengan memosisikan kebenaran sebagai misteri yang “selalu tertunda,” sehingga memberikan ruang bagi liyan serta spiritualitas lokal yang selama ini terpinggirkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Spiritualisme Kritis merupakan agensi perlawanan etis yang krusial untuk menghadapi tantangan intoleransi. Temuan ini menawarkan kontribusi teoretis dalam merumuskan model tindakan etis yang mampu mengkritisi dominasi kekuasaan tanpa mereproduksi siklus kekerasan sistemik dalam masyarakat plural.

Downloads

Published

2026-06-25

How to Cite

Hasan Labiqul Aqil. (2026). Etika Anti-Kekerasan: Membongkar Aliansi Militerisme, Monoteisme dan Modernisme dalam Spiritualisme Kritis Ayu Utami. Dekonstruksi, 12(3), 58–75. https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v12i3.408