Arah Jurnal Dekonstruksi ke Depan

Authors

  • Syakieb Sungkar

DOI:

https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v12i04.428

Keywords:

filsafat kontemporer, empirical turn, filsafat kontinental, hermeneutika, filsafat seni, Asia Tenggara, Jurnal Dekonstruksi

Abstract

Perkembangan filsafat kontemporer dalam empat dekade terakhir menunjukkan kecenderungan yang semakin kuat menuju pendekatan empiris dan problem-oriented. Fenomena yang dikenal sebagai empirical turn telah menggeser perhatian banyak filsuf dari persoalan metafisis klasik menuju isu-isu konkret seperti teknologi, kecerdasan buatan, bioetika, lingkungan, dan kebijakan publik. Akibatnya, publikasi filsafat kontemporer tampak semakin dekat dengan ilmu sosial dan ilmu terapan dibandingkan tradisi filsafat klasik. Artikel ini mengkaji implikasi perubahan tersebut terhadap arah pengembangan jurnal filsafat di Indonesia, khususnya Jurnal Dekonstruksi. Melalui metode analisis konseptual dan studi literatur, artikel ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap refleksi ontologis, hermeneutis, dan estetis tetap relevan di tengah dominasi penelitian empiris. Oleh karena itu, Jurnal Dekonstruksi memiliki peluang untuk memperkuat identitasnya sebagai ruang filsafat kontinental, hermeneutika, filsafat seni, dan pemikiran budaya Asia Tenggara. Artikel ini berargumentasi bahwa masa depan jurnal tidak terletak pada upaya mengikuti seluruh kecenderungan empiris yang dominan, melainkan pada kemampuan membangun identitas intelektual yang khas sehingga mampu berkontribusi secara signifikan terhadap percakapan filsafat internasional.

Downloads

Published

2026-09-29

How to Cite

Sungkar, S. . (2026). Arah Jurnal Dekonstruksi ke Depan. Dekonstruksi, 12(04), 5–15. https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v12i04.428

Similar Articles

<< < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.