Fragmented Soul: Kritik atas Imajinasi Keutuhan dalam Horizon Pemikiran Lemah

Authors

  • Hendra Soedarsono SAAT Ministry Center

DOI:

https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v12i3.391

Keywords:

fragmented soul, pensiero debole, nihilisme, metafisika Barat, keutuhan, Vattimo

Abstract

Tulisan ini berangkat dari kegelisahan terhadap meningkatnya pengalaman kelelahan eksistensial dan fragmentasi batin dalam kehidupan manusia kontemporer, yang hampir selalu dibaca dalam kerangka kekurangan. Dalam horizon yang menuntut performativitas dan keutuhan, kondisi ini direduksi sebagai kegagalan untuk mencapai kesempurnaan. Melalui penelusuran terhadap akar metafisis dari imajinasi keutuhan dalam tradisi filsafat Barat, mulai dari teleologi Aristoteles, kritik ontoteologi Heidegger, hingga nihilisme Nietzsche, tulisan ini menunjukkan bahwa keutuhan bukanlah kondisi ontologis manusia, melainkan konstruksi normatif yang diwariskan oleh cara berpikir metafisis. Dalam terang pemikiran Gianni Vattimo tentang pensiero debole, melemahnya klaim-klaim metafisik tidak dibaca sebagai krisis, melainkan sebagai peluang untuk membebaskan diri dari tuntutan akan fondasi absolut. Dengan demikian ketidakutuhan tidak lagi dipahami sebagai kegagalan aktualisasi, melainkan sebagai kondisi eksistensial yang inheren dalam keberadaan manusia yang historis dan terbuka. Tulisan ini tidak bermaksud untuk menawarkan solusi atas fragmentasi batin, melainkan menggeser cara memahaminya, dari kerangka kekurangan menuju pengakuan atas keterbatasan sebagai bagian dari kenyataan eksistensial manusia

Downloads

Published

2026-06-25

How to Cite

Soedarsono, H. (2026). Fragmented Soul: Kritik atas Imajinasi Keutuhan dalam Horizon Pemikiran Lemah. Dekonstruksi, 12(3), 76–82. https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v12i3.391

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.