Fragmented Soul: Kritik atas Imajinasi Keutuhan dalam Horizon Pemikiran Lemah
DOI:
https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v12i3.391Keywords:
fragmented soul, pensiero debole, nihilisme, metafisika Barat, keutuhan, VattimoAbstract
Tulisan ini berangkat dari kegelisahan terhadap meningkatnya pengalaman kelelahan eksistensial dan fragmentasi batin dalam kehidupan manusia kontemporer, yang hampir selalu dibaca dalam kerangka kekurangan. Dalam horizon yang menuntut performativitas dan keutuhan, kondisi ini direduksi sebagai kegagalan untuk mencapai kesempurnaan. Melalui penelusuran terhadap akar metafisis dari imajinasi keutuhan dalam tradisi filsafat Barat, mulai dari teleologi Aristoteles, kritik ontoteologi Heidegger, hingga nihilisme Nietzsche, tulisan ini menunjukkan bahwa keutuhan bukanlah kondisi ontologis manusia, melainkan konstruksi normatif yang diwariskan oleh cara berpikir metafisis. Dalam terang pemikiran Gianni Vattimo tentang pensiero debole, melemahnya klaim-klaim metafisik tidak dibaca sebagai krisis, melainkan sebagai peluang untuk membebaskan diri dari tuntutan akan fondasi absolut. Dengan demikian ketidakutuhan tidak lagi dipahami sebagai kegagalan aktualisasi, melainkan sebagai kondisi eksistensial yang inheren dalam keberadaan manusia yang historis dan terbuka. Tulisan ini tidak bermaksud untuk menawarkan solusi atas fragmentasi batin, melainkan menggeser cara memahaminya, dari kerangka kekurangan menuju pengakuan atas keterbatasan sebagai bagian dari kenyataan eksistensial manusia








