Narasi Luka dan Perlawanan: Analisis Estetika Kritis pada Karya Dolorosa Sinaga

Authors

  • Muhammad Nirwan Sambudi Penciptaan Seni, Sekolah Pascasarjana IKJ

DOI:

https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v12i02.405

Keywords:

Seni rupa, estetika kritis, kritik sosial, perlawanan, representasi tubuh

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana karya Dolorosa Sinaga merepresentasikan luka dan perlawanan dalam konteks sosial dan politik. Karya-karyanya tidak hanya menampilkan nilai estetika, tetapi juga menjadi bentuk kritik terhadap kekuasaan negara, terutama terkait kekerasan dan ketidakadilan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis estetika kritis, yaitu membaca makna visual dari bentuk, ekspresi, dan simbol dalam karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa figur-figur dalam karya Dolorosa
Sinaga sering menggambarkan penderitaan melalui bentuk tubuh dan ekspresi yang kuat. Namun, di balik itu juga terdapat pesan perlawanan, seperti keberanian dan solidaritas. Kesimpulannya, karya Dolorosa Sinaga tidak hanya menggambarkan luka, tetapi juga
menjadi media untuk menyampaikan kritik dan perlawanan terhadap negara. Seni dalam hal ini berfungsi sebagai sarana untuk menyuarakan pengalaman sosial dan mendorong kesadaran akan isu kemanusiaan.

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

Sambudi, M. N. (2026). Narasi Luka dan Perlawanan: Analisis Estetika Kritis pada Karya Dolorosa Sinaga. Dekonstruksi, 12(02), 104–110. https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v12i02.405

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.