Silogisme Setara-Paralel (⋕)
Melampaui Fiksasi Ontologis dalam Struktur Artikulasi Manusia
DOI:
https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v12i3.412Keywords:
a-propriasi, Fiksasi Ontologis, Kesadaran Transendental, Logika Setara-Paralel (⋕), Mekanisme Tubuh-Pikiran, PersonaeAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengubah cara kita memahami bagaimana manusia menangkap realitas dan menyatakannya lewat bahasa. Selama ini, tradisi filsafat Barat cenderung mengurung kenyataan ke dalam definisi logis yang kaku dan statis, seolah-olah kata “adalah” (=) bisa merangkum seluruh esensi dari suatu objek secara mutlak. Berbeda dengan pandangan lama tersebut, penelitian ini melihat bahwa pikiran dan tubuh manusia bekerja bersama sebagai sistem aktif yang “mencerna” kenyataan, bukan objek perseptual pasif atau cermin yang memantulkannya. Melalui pendekatan baru yang disebut Logika Setara-Paralel (⋕) dengan rumus 1 + 1 ⋕ 3, diperlihatkan bahwa ketika realitas murni (n1) bertemu dengan tubuh-pikiran manusia (n2), perjumpaan ini melahirkan sebuah makna baru yang disebut personae (n3). Sifatnya yang “paralel” memastikan bahwa meskipun manusia terus membuat gambaran atau kata baru untuk menjelaskan sesuatu (seperti kata “P-O-H-O-N”), esensi asli dari realitas itu sendiri tidak akan pernah habis atau hilang diperas oleh bahasa. Pada akhirnya, penelitian ini menunjukkan bahwa manusia adalah pencipta makna yang dinamis melalui aktivitas a-propriasi; kita tidak pernah berhenti melahirkan sudut pandang dan “Kebenaran-Baru” yang terus berkembang dalam memahami dunia di sekitar kita.








