Kuda Hanyalah 'Bukan Non-Kuda': Jawaban Teori Eksklusi Epistemologi-Linguistik Dharmakīrti atas Problem Universal

Authors

  • Rayno Praditya Erickson Universitas Diponegoro

DOI:

https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v12i3.416

Keywords:

apoha, Dharmakīrti, Plato, forma, universal, nominalisme, Buddhisme, epistemologi

Abstract

Problem universal—bagaimana mungkin satu istilah seperti "kuda" dapat merujuk pada banyak partikular yang berbeda—telah menjadi perdebatan sentral dalam filsafat Barat maupun India. Sementara Plato mengajukan keberadaan Forma-Forma transenden sebagai dasar bagi konsep-konsep universal, filsuf Buddhis abad ke-7, Dharmakīrti, menawarkan solusi yang sangat berbeda melalui teori apoha (eksklusi)-nya. Diskursus yang terjadi tentang problem universal dalam literatur filsafat Indonesia masih didominasi oleh kerangka kerja Barat, dengan eksplorasi yang terbatas pada epistemologi Buddhis India sebagai alternatif yang layak. Tulisan ini secara komparatif menganalisis teori Forma Plato dan teori apoha Dharmakīrti untuk menunjukkan keunggulan filosofis pendekatan nominalis Buddhis atas realisme Platonik. Dengan menggunakan tinjauan pustaka kualitatif, studi ini secara kritis mengkaji teks-teks primer (Parmenides, Pramāṇavārttika) dan literatur sekunder dari para komentator India klasik (Jinendrabuddhi, Ratnakīrti) serta para sarjana kontemporer (Dunne, Siderits, Tillemans). Analisis ini mengungkapkan bahwa teori apoha Dharmakīrti secara elegan menghindari regresi tak berujung dari Argumen Orang Ketiga yang menjangkiti Forma-Forma Plato, sembari menjaga konsistensi doktrinal dengan prinsip-prinsip Buddhis tentang śūnyatā (kekosongan) dan anātman (tanpa-diri). Mekanisme apoha bekerja melalui operasi eksklusi: "kuda" tidak lain adalah pengecualian dari segala sesuatu yang bukan kuda, yang berfungsi tanpa mereifikasi esensi universal positif apa pun. Studi ini berkontribusi pada pengayaan diskursus filsafat Indonesia dengan memperkenalkan kerangka epistemologis India yang ketat sebagai alternatif terhadap paradigma metafisika Barat, sekaligus menunjukkan relevansi praktis epistemologi Buddhis bagi filsafat bahasa dan sains kognitif kontemporer.

Downloads

Published

2026-06-25

How to Cite

Praditya Erickson, R. (2026). Kuda Hanyalah ’Bukan Non-Kuda’: Jawaban Teori Eksklusi Epistemologi-Linguistik Dharmakīrti atas Problem Universal. Dekonstruksi, 12(3), 14–28. https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v12i3.416

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.