Membaca Teori Wahdat al-Wujud Ibnu Arabi sebagai Keberpihakan pada Ekologi
DOI:
https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v12i3.409Keywords:
antroposentrisme, ekologi, Ibnu Arabi, wahdat al wujudAbstract
Kerusakan ekologi merupakan masalah global yang hingga kini rutin diperbincangkan, tetapi juga serentak diupayakan untuk ditanggulangi. Masalah ini bisa dilihat juga sebagai imbas langgengnya paham antroposentrisme. Berangkat dari keprihatinan atas masifnya kerusakan alam, maka tulisan ini dimaksudkan untuk menggugat kembali dominasi manusia atas alam berdasarkan tawaran perspektif dari Ibnu Arabi tentang wahdat al wujud sebagai cara berpikir baru untuk manusia membangun relasi dengan alam. Relasi itu hendaknya menjadi relasi yang sama atau setara, yang di dalamnya mengupayakan adanya penghargaan pada alam (tanah, laut, hutan, gunung, dan lainnya) yang darinya manusia dan segenap makhluk lainnya memperoleh kehidupan. Dua perspektif ini akan ditampilkan secara utuh dengan maksud sebagai suatu bentuk kontribusi akademis dalam mengupayakan penghentian atau setidak-tidaknya meminimalisir eksploitasi atas alam yang begitu masif.








