Transformasi Kegiatan Seni dari Offline ke Digital: Kasus Lisa the Queen Cat

Authors

  • Anna Sungkar Institut Seni Indonesia Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v12i3.426

Keywords:

Transformasi Seni Digital, Lisa the Queen Cat, Syakieb Sungkar, AI-Assisted Expansion, Surealisme Psikedelik, Mitologi Visual

Abstract

Perkembangan teknologi internet dan era digital telah mendorong para seniman kontemporer untuk mentransformasikan praktik penciptaan seni dari medium fisik (offline) ke medium digital. Artikel ini mengkaji fenomena transformasi tersebut dengan memfokuskan studi kasus pada karya-karya pelukis Syakieb Sungkar, khususnya fiksional “Lisa the Queen Cat.” Melalui metode deskriptif-analitis, artikel ini mengekspresikan enam jalur roadmap transformasi digital bagi karakter Lisa, yang meliputi pembangunan semesta lukisan digital (digital painting universe), pengembangan karakter mitologis, motion art/video art, pameran virtual (virtual exhibition), pemanfaatan NFT/collectible digital, hingga perluasan visual berbasis AI (AI-assisted expansion). Hasil kajian menunjukkan bahwa arah estetik terbaik bagi transformasi karakter Lisa bukanlah gaya 3D hiperrealistis atau komersial, melainkan painterly digital surrealism yang tetap mempertahankan “roh” lukisan konvensional, ketidakteraturan puitis, serta atmosfer psikedeliknya. Transformasi ini membuktikan bahwa teknologi digital dan kecerdasan buatan tidak menggantikan eksistensi pelukis, melainkan sebagai ruang imajinasi tambahan untuk memperluas mitologi visual lintas medium.

Downloads

Published

2026-06-25

How to Cite

Sungkar, A. (2026). Transformasi Kegiatan Seni dari Offline ke Digital: Kasus Lisa the Queen Cat. Dekonstruksi, 12(3), 51–57. https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v12i3.426